Scholarship be Prepared
April 24, 2008 — amirmubarak
Hal yang perlu disiapkan bagi mahasiswa yang akan kuliah di Jerman !
Secara umum semua calon mahasiswa asing yang akan melanjutkan studi di Jerman diharuskan menyiapkan hal-hal penting sebagai berikut:
1) Persiapan Bahasa Jerman. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun seseorang akan mengambil program berbahasa Inggris, tetap saja kepadanya sangat dianjurkan untuk menguasai Bahasa Jerman, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya.
2) Dokumen-dokumen Penting. Beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan diantaranya adalah Akte Kelahiran, Ijazah dari SD-SMP-SMA dan juga Ijazah Sarjana beserta fotocopy yang telah dilegalisir. Dokumen ini mohon disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak, karena semua UNI dan FH mensyaratkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisir.
3) Terjemahan Dokumen ke dalam Bahasa Jerman. Semua dokumen-dokumen sebagaimana dijelaskan dalam poin 2) harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman oleh penerjeman yang diakui oleh Kedutaan Jerman di Jakarta (Cari Daftar Penerjemah).
4) Paspor+Visa. Untuk bisa menempuh pendidikan di Jerman, seorang calon diwajibkan memiliki Student Visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Jangan sekali-kali datang dengan menggunakan Tourist Visa, karena dengan visa ini tidak akan bisa dikonversi menjadi visa ijin tinggal.
5) Uang Jaminan. Untuk bisa mendapatkan Visa di Keditaan Jerman di Jakarta, seorang calon mahasiswa diminta menyiapkan Uang Jaminan di Bank (di Indonesia) yang akan ditransfer setiap bulan ke Jerman untuk biaya hidup. Jumlah uang jaminan berbeda-beda tegantung tujuan studi masing-masing calon, tetapi jumlah minimal untuk hidup satu tahun sekitar 6000 Euro. (Confirm ke kedutaan Jerman di Jakarta!)
6) Biaya Lainnya. Selain Uang Jaminan, calon mahasiswa juga harus menyiapkan keperluan lainnya seperti biaya pembuatan visa, biaya ticket dll.
Selain poin 1) – 5) sebagaimana telah disebutkan diatas, setiap calon mahasiswa harus sadar betul bahwa sistem pendidikan dan kehidupan di Jerman sangat jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Untuk itu, setiap calon harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi culture shock khususnya pada tahun-tahun pertama di Jerman. Tidak jarang dijumpai adanya calon mahasiswa yang hanya bertahan 2 – 3 bulan karena tidak sanggup menghadapi hal ini.
Beberapa gambaran kecil bias digambarkan disini, diantaranya:
a) Pendidikan di Jerman dicirikan dengan kemandiriannya yang luar biasa. Guru dan dosen tidak akan memaksa siswa untuk melakukan ini-itu, tetapi siswa sendiri lah yang harus aktif memutuskan sendiri apa yang akan dilakukan.
b) Di Jerman setiap orang harus melakukan segala sesuatunya sendiri, dan tidak bisa menggantungkan ke orang lain. Mulai dari masak, cuci piring dan baju dll semua harus dilakukan sendiri.
c) Selama sekolah di Jerman, kita akan dipaksa banyak jalan kaki. Perjalanan dari rumah ke stasiun kereta atau bus, juga dari satu gedung ke gedung kampus lainnya. Bagi yang terbiasa naik mobil-motor atau yang terbiasa kemana-mana diantar sopir, kondisi ini bisa terasa cukup berat.