Zeitgeist The Movie
Mei 5, 2008 — amirmubarakZEITGEIST the Movie
Apakah anda pernah mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan “terlarang” seperti dibawah ini, dan menemukan jawabannya?
- Kenapa gerombolan-gerombolan yang suka mengatasnamakan agama gemar menjatuhkan fatwa sesat? (Madi, Ahmadiya, maupun kepercayaan-kepercayaan nenek moyang kita sering dinistakan dengan mengatasnamakan kepercayaan dan mitos-mitos impor).
- Kenapa setiap kali agama dipertanyakan/didebat maka akan dengan mudah terlontar tuduhan penghujatan, blasphemy, kafir, sesat, antek iblis dan lain sebagainya?
- Kenapa orang bisa percaya begitu saja tanpa bertanya?
- Kenapa kita selalu mudah diadu-domba dengan menggunakan agama, ras maupun golongan?
- Siapa yang diuntungkan dari setiap kekacauan yang terjadi?
- Kenapa MUI, Bashir, Lubis dan gerombolan yang lain bebas bertingkah tapi pemerintah diam saja?
- Pancasila dan UUD diberaki, diinjak-injak tapi SBY dan anakbuahnya tetap juga tidak mau tegas, kenapa?
- Indonesia sedang dipecah belah, tapi kita semua tetap santai seakan tidak terjadi apa-apa, kok bisa?
- Para importir agama itu dulu disambut dengan ramah, setelah berkembang besar jadi kurang ajar. Seenaknya menistakan, mencap kafir, menginjak-injak keyakinan dan kebudayaan nusantara. Mereka seenaknya mencuci otak anak-anak kita untuk mengencingi dan memberaki leluhur dan budayanya sendiri. Makin lama makin seenak jidat bikin ribut dan cari gara-gara, tapi anehnya kita tetap diam saja. Kok bisa?
- Dan mungkin banyak sekali pertanyaan terlarang yang lain…
Kalau belum nemu jawabannya, cobalah tonton film yang judulnya Zeitgeist. Mungkin setelahnya anda akan bisa menjawab sendiri beberapa atau malah semua pertanyaan diatas.
Keberadaan film ini pertamakali saya ketahui dari sebuah diskusi bulanan antara mahasiswa dari beberapa universitas dengan Pak Hamid Kontras yang digelar di NIM. Sayangnya disitu hanya diputar sepotong, cuma part 3 dan itupun tidak lengkap. Katanya karena keterbatasan waktu.
Pulang dari sana langsung saya interogasi Sang Hyang Google Yang Maha Tahu, dan menemukan situs resminya. Disitu disebutkan bahwa film itu memenangkan penghargaan Best Feature Documentary. Dan setelah ditonton, ternyata isinya memang cukup “menyilaukan” bagi mereka yang berkacamata kuda. Untunglah kemarin tidak diputar lengkap. Bakal histeris itu anak-anak mahasiswa. Saya memang beruntung, baru pertama kali hadir langsung nemu film gitu-gituan
Jadi silakan download pake bittorent (700an MB) dan dipelototi, bisa rame-rame, bisa juga sambil bugil sendirian di dalam kamar yang terkunci.
Tips menonton:
Stel otak anda ke mode skeptis, jangan langsung menerima semua yang disajikan sebagai kebenaran hanya karena saya yang mempromosikan *bletak*. Silakan simak juga statemen si pembuat film, pahami apa sebenarnya yang dia ingin lakukan. Baca-baca tanya jawab yang ada dan pelajari berbagai referensi yang disertakan.
Seperti layaknya orang berakal, anda harus memperlakukan semua “kebenaran” apapun yang disodorkan seperti ahli emas yang membelah dan membakar emas untuk menguji keasliannya *hiperbolis*. Tapi serius, jangan asal percaya, jangan juga asal ga percaya. Buktikan kalau manusia sejenis anda itu punya akal.
Seperti statemen yang ada disitusnya: “It is my hope that people will not take what is said in the film as the truth, but find out for themselves, for truth is not told, it is realized”
Oks, selamat menonton, nanti setelah menonton bisa dibahas apa yang bisa dan harus kita lakukan untuk Indonesia dan dunia.
Thanks to: http://guhpraset.wordpress.com/tag/agama/