Israel Timeline War
Israel dalam memperebutkankan tanah yang telah dijanjikan terlibat dalam sejumlah perang. Di bawah adalah daftar perang di mana Israel terlibat:
- Perang Kemerdekaan Israel (1947-1949)
- Perang Arab-Israel (1948)
- Perang Kanal Suez (1956)
- Perang Enam Hari (1967)
- Perang Yom Kippur (1973)
- Perang Lebanon (1982)
- Intifadah (1987)
-
Perang Teluk II (Perang Irak) (1991)
- Intifadah Al Aqsa (2000)
- Konflik Israel-Lebanon (2006)
Dalam suatu kekuasaan, Suatu perang negara yang legal telah terjadi antara Israel dan musuh-musuh Arab pada awal perang pertama pada 1948. Mesir menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada 1979, dan Jordania membuat perdamaian pada 1994. otoritas Palestina, yang dikepalai Yassir Arafat dan faksi Al-Fatah dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menegosiasikan semi perdamaian, yang pada pertengahan 2000, telah menghancurkan perusakan melalaui Intifada Al-Aqsa. Grup Palestina lainnya, yang hampir seluruhnya Hamas, telah berperang dengan Israel secara berkelanjutan. Meskipun Israel dan hampir seluruh bangsa Arab secara teknis dalam perang negara secara berkelanjutan, terkecuali tertulis, letusan perang khusus dalam perlawanan yang dipertimbangkan sebagai pemisahan perang.
Perang kemerdekaan Israel / “al-Nakba” (Sang Malapetaka) (1948-1949)—Dia atas kemerdekaan, Israel dulu di invasi oleh enam tentara bangsa Arab: Mesir, Syria, Transjordan (kini Jordania), Lebanon, Irak, dan Saudi Arabia. Sebagi tambahan, tentara lokal Palestina juga melawan Yahudi Israel.
Serangan Qibya (Oktober, 1951)— Pasukan Israel, dipimpin oleh Mayor Ariel Sharon (Perdana Menteri Israel 2001-2006) menghancurkan lusinan bangunan di West Bank (Jordania) kota Qibya. Korban meninggal orang sipil mencapal 69 orang.
Perampasan Mesir Terhadap kapal Israel Bat Galim (Musim panas, 1954)—Mesir merampas kapal Israel Bat Galim sebagi percobaan memasuki Kanal Suez. Menurut berbagai macam perjanjian internasional, Kanal Suez dimaksudkan untuk dapat dimasuki kapal laut dari semua bangsa. Provookasi ini memerparah tensi antara Mesir dan Israel.
Serangan Gaza (Feb. 28, 1955)—Pasukan Israel memimpin suatu serangan, suatu respon untuk mengulangi penyerangan gerilya dan merampas sebuah kapal Israel oleh Mesir, hasilnya kematian untuk 51 prajurit Mesir dan 8 pasukan Israel. Serangan ini merupakan yang terbesar dari jenis perlawanan melawan pasukan Arab sejak akhir peperangan dari Awal Perang Arab – Israel pada 1949.
Perang Sinai (1956) [Juga dikenal sebagai Perang Suez]–Invasi dan penaklukan sementara semenanjung Sinai Mesir oleh Israel, sementara Perancis dan Inggris Raya merampas Kanal Suez.
Konflik Palestina-Israel (1960-sekarang)—Israel menghadapi gerilya dan peperangan teroris dari beberapa pasukan Palestina, paling banyak yang bersatu di bawah PLO, dipimpin oleh Yassir Arafat. Perkelahian terkini melibatkan Israel melawan grup-grup militant religius seperti Hamas and Jihad Islam, dan juga Otoritas Arafat Palestina. (Ini meliputi peperangan gerilya Palestina melawan Israel dari 1960-an, Intifada asli (1988-1992) dan yang terkini Intifada “Al-Aqsa” (2000-sekarang), dan West Bank (2004) dan Invasi Gaza (2006) oleh Israel dan serangan bunuh diri orang Palestina dan roket-roket yang dengan cepat menginvasi.
Serangan Al-Fatah Pertama (PLO) (Dec. 31, 1964)—Yassir Arafat’s faksi Al-Fatah dari PLO memimpin serangan pertamanya kedalam Israel dari Lebanon.
Pertempuran Perbatasan Israel-Syria dan Pertempuran Udara (Nov. 13, 1964)—Israel dan Syria keduanya mengklaim kedaulatan melalui beberapa zona Demiliterisasi sepanjang perbatasan mereka. Zona ini diatur sebagai bagian dari isyarat untuk menghentikan tembakan mengakhiri Awal Perang Arab-Israel. Israel mencoba menanam lahan dalam Zona ini, sementara Syria mengembangkan suatu proyek untuk mengalihkan air dari sungai Jordan, yang mana Israel membagi dengan Syria dan Jordan. Pasukan Syria seringkali menembak traktor Israel karena mencoba menanam di Zona tersebut, sementara itu Israel mencari cara untuk menginterupsi proyek pengalihan Syria. Pada 13 November 1964, pangkalan pasukan Syria diatas puncak Golan, sebuah dataran tinggi memandang dari atas kawasan Israel dalam bukit Sungai Jordan, menembak traktor Israel. Pasukan Israel kembali menembak. Artileri Syria lalu menargetkan penduduk desa Israel. Israel merespon dengan serangan udara pada tentara Syria. Peperangan ini berakhir dengan kematian 4 orang Israel dan 9 orang cedera. Syria banyak kehilangan termasuk dua tank dan mesin-mesin melibatkan proyek pengalihan. Salah satu hasil dari benturan ini percepatan akuisisi Syria dan pesawat pejuang buatan Soviet yang lebih baik. (Oren, 2001).
Serangan West Bank (Mei 1965)—Setelah serangan gerilya Palestina menghasilkan kematian 6 orang Israel, militer Israel memimpin penyerangan di West Bank kota Qalqilya, Shuna dan Jenin.
1966—Israel melaporkan 93 insiden sepanjang perbatasan.
Serangan West Bank (30 April 1966)—Pasukan Israel menghancurkan diatas dua lusin rumah di West Bank kota Rafat, membunuh 11 orang sipil. Penyerangan ini merupakan respon dari serangan Palestina terhadap Israel. Paling banyak menyerang Israel.
Serangan West Bank (1966)—Pasukan Israeli menyerang wilayah Hebron dari West Bank. Serangan ini menghasilkan kematian 8 orang sipil dan pemadam kebakaran dengan tentara Jordan.
Pertempuran perbatasan Israeli-Syria (Musim panas, 1966)—Lanjutan artileri dan duel-duel tank sepanjang Puncak Golan didepan dipimpin oleh :
Petempuran Udara Israeli-Syria (7 Juli 1966)—Merespon pada kelanjutan pertempuransepanjang perbatasan, pesawat Israel menyerang pasukan Syria, menghasilkan hilangnya salah satu pesawat pejuang Syrian MiG.
Petempuran Udara/ Laut Israel-Syria (15 Agustus 1966)—Setelah sebuah kapal pengawas kandas di pantai timur Laut Galilee (menurut perjanjian isyarat untuk menghentikan tembakan pada 1949, pasukan Israel tidak bermaksud untuk mendekati 250 meters dari sebelah timur pantai,yaitu Zona Demilitarized), pesawat Syria menyerangnya. Israel meresponnya,menembak jatuh dua peswat MiG.
Serangan Samu (West Bank) (November 13, 1966)—Lanjutan sebuah ledakan tambang yang membunuh tiga polisi Israel dan satu cedera, Israel memutuskan untuk meluncurkan serangan balas besar (disebut Operasi Shredder) kedalam West Bank, untuk mengambil sikap pada basis gerilya Palestina (al-Fatah) didekat Hebron. Didesain untuk menunjukan kekuatan militer Israel, serangan pasukan terdiri dari 10 tank, empat puluh setengah track (suatu pasukan kendaraan pasukan) dan sekitar 400 prajurit. Pasukan menikmati liputan udara dari perang pesawat Israel. Pasukan ini menghancurkan kantor polisi di kota Rujm al-Madfa’ dan lalu pindah ke kota Samu’. Sebagaimana pasukan Israel memusnahkan rumah-rumah di Samu, suatu pasukan kecil Jordania mendekati dan penyergapan oleh Israel. Pertempuran ini menghasilkan kematian 15 orang Jordania dan 54 cedera. Pemimpin penyergapan Israel terbunuh dan 10 orang bawahannya cedera. Pesawat Israeli mengejar Angkatan Udara Jordania, menembak jatuh sebuah pesawat pejuang Jordania. Penyerangan ini juga menghasilkan 3 orang sipil Arab meninggal dan 96 cedera.
Selain sejumlah besar kerugian (pada kedua belah pihak) dari apa yang dimaksud menjadi suatu secara relatif cepat dan mudah diserang, Israel menderita penundaan diplomatik. Amerika Serikat (AS) cukup marah atas serangan besar ini pada salah satu dari beberapa teman Washington (Raja Jordan Hussein) dan kurangnya respon dari Syria, yang merupakan sponsor sejati dari serangan yang paling banyak di Israel. Kekacauan dilanggar di Jordania pada seolah-olah respon tidak berhasil pada militer Jordania dan jelas ketidak mampuan untuk melindungi sipil Palestina di West Bank. Serangan Samu menggelorakan opini masyarakat Arab di Timur Tengah dan berubah menjadi salah satu faktor yang memperkenalkan Perang Enam Hari pada 1967.
Perang Enam Hari (1967)—Dalam suatu serangan cepat pra-kekosongan, Israel menembakan kekuatan militer pada Mesir, Jordania dan Syria serta merampas sejumlah besar tanah dari tiap-tiapnya. Irak juga berpartisipasi dalam pertarungan pihak Arab.
Perang Erosi (1968-1970)—Perang Erosi (Attrition War) adalah perang perbatasan yang terbatas antara Mesir dan Israel dalam konsekuensi dari Perang Enam Hari. Perang tersebut merupakan prakarsa dari Mesir sebagai suatu cara untuk mengambil kembali Semenanjung Sinai setelah direbut oleh Israel pada 1967. Suatu isyarat untuk menghentikan tembakan pada 1970 yang diakhiri dengan perlawanan, tetapi meninggalkan perbatasan tanpa perubahan.
Perang Yom Kippur (Ramadan) (1973)—Dalam suatu serangan kejutan yang di luncurkan pada hari raya Yahudi Yom Kippur (pada masa itu juga jatuh pada hari raya Muslim Ramadhan), Mesir dan Syria menyerang Israel. Meskipun mendapat bantuan dari Irak, pasukan Arab gagal untuk mengalahkan Israel.
Invasi Israeli atas Lebanon (1978)–Operasi Litani adalah nama resmi dari Invasi Israel atas Lebanon hingga ke sungai Litani pada 1978. Invasi yang dilakukan oleh militer ini sukses, demikian juga halnya dengan militer Israel yang menyingkirkan PLO dari Lebanon Selatan, dimana mereka hendak membuat suatu de facto negara dalam negara. Sebuah tentangan keras internasional atas kekuatan invasi memundurkan sebagian pasukan Israel dan pembentukan daerah dia antara dua wilayah yang saling bermusuhan (buffer zone) patroli Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) antara pihak gerilya Arab dan Militer Israel.
Serangan Osirak (1981)–Sebuah serangan udara Israel pada reaktor nuklir Irak, Osirak.
Invasi Israeli atas Lebanon (1982-1984)–Dalam merespon kepada serangan ulang gerilya oleh PLO, yang diluncurkan dari Selatan Lebanon, Israel menginvasi dengan maksud menghancurkan pasukan Arafat. Syria, yang mengelola sebuah pasukan besar tentara di Lebanon, bertempur dengan Israel dan mengalami kekalahan yang memalukan.
Pendudukan Israel di Selatan Lebanon (1984-2000)—Sebagaimana mereka menarik diri hampir sebagian rampasan atas invasi Lebanon pada 1982, Israel mengadakan pendudukan tersebut sebagian besar dibantu dengan bantuan ”Southern Lebanon Army/ SLA” (Tentara Selatan Lebanon), suatu milisi disusun dan didukung oleh Israel. Pendudukan ini ditentang oleh PLO dan grup-grup Palestina lainnya sebagai suatu perpanjangan konflik yang berjalan panjang dengan Israel. Juga, milisi lainnya (kebanyakan kelompok Muslim Lebanon), seperti Hizbullah (didukung oleh Iran and Syria), melangkah maju dalam serangan wilayah pendudukan Israel pada penempatan dan target militer di Utara Israel. Pada tahun, Israel menarik diri dari Lebanon dan SLA dibubarkan.
Intifada Pertama (1987-1993)–Urban uprising against Israeli rule in the West Bank and Gaza. The Oslo Peace Accords end the Intifada and lead to the formation of the Palestinian Authority with PLO Chief Yasser Arafat as the official leader of the Palestininans.
Perang Teluk Persia Kedua (1991)—Sementara Israel mengambil tindakan yang tidak ofensif pada perang ini, Irak meluncurkan misil Scud yang membuat kagum Israel dan hampir mengakibatkan Israel mengintervensi dalam Perang Teluk ini.
Intifada “Al-Aqsa”—Komando/ gerilya berperang yang berkenaan dengan kota antara Israel dan berbagai macam kelompok Palestina, termasuk Hamas. Antara September, 2000 dan, September, 2007: 4,453 orang Palestina and 1,114 orang Israel telah terbunuh karena meningkatnya kekerasan. (Sumber pada kerugian: http://seattletimes.nwsource.com/text/2003911771_intifada29.html)
Serangan Israel Udara Atas Syria (Oktober, 2003)—Pesawat perang udara Israel menembak Desa Syria Ain al-Saheb, dekat Damaskus.
Perang Israel Hizbullah (Juga dikenal sebagai “Perang Lebanon Kedua”) (2006)—Dalam merespon serangan gerilya balasan oleh milisi Hizbullah dari Syiah Lebanon, Israel menginvasi Selatan lebanon, menyusun blokade laut, dan meluncurkan kampanye berkekuatan bom agar memenangkan pembebasan dua tentara Israel yang ditangkap.
Serangan Udara Israel atas Syria (Sept. 6, 2007)—Pesawat perang udara Israel terbang melewati Utara Syria, mengantar perbekalan perang (terang-terangan) pada sasaran yang tidak dikenal. Menurut pada dua surat kabar the New York Times dan ABC News, sasarannya merupakan fasilitas nuklir yang sedang dibuat dengan bantuan dan pertolongan Korea Utara.
Sumber:
-
http://www.mfa.gov.il/MFA/History/Modern+History/Centenary+of+Zionism/The+Arab+Israeli+Wars.htm
-
http://www.historyguy.com/arab-israeli_war_links.html
Note:
*This was my journal for my college presentation.
*This article was made in Bahasa Indonesia version, you can see the English version on source number 2.
Oktober 11, 2008 pukul 8:15 am
Bagi yang mau mencantumkan tulisan ini di karya tulis Anda, harap cantumkan pula web addresnya contoh: http://amirmubarak.wordpress.com/2008/05/23/israel-timeline-war/